ANALISIS KRITIS TERHADAP KLAIM “QUEER” DALAM SURAH ANNUR AYAT 31
Home » feminism  »  ANALISIS KRITIS TERHADAP KLAIM “QUEER” DALAM SURAH ANNUR AYAT 31
ANALISIS KRITIS TERHADAP KLAIM “QUEER” DALAM SURAH ANNUR AYAT 31

Permasalahan:

Queer mengklaim bahwa dalam surah annur ayat 31 terdapat potensi queer yang dimana dalam ayat

أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ 

Memiliki arti bahwa ada laki laki yang tidak memiliki syahwat kepada Wanita.

Apakah benar demikian?

Penjelasan:

Ayat 31 Surah An-Nuur tsb membahas terkait topik batasan aurat wanita di hadapan beberapa macam orang dengan perinciannya.

Kalimat “awit taabi’iina ghairi ulil irbati minar-rijaal” konteksnya ialah orang-orang laki-laki yang tak punya hasrat terhadap wanita.

Dalam memahami suatu ayat seperti ini mengharuskan merujuk pada ahli ilmu dalam tafsir. Semisal di Tafsiir Ath-Thabariyy mengutip perkataan Sayyidina Ibnu ‘Abbaas radhiyallaahu ‘anhumaa:

وهو مغفل في عقله، لا يكترث للنساء، ولا يشتهيهنّ

“Yakni orang yang sakit akalnya, tidak berhasrat pada kaum wanita dan tidak menginginkannya.”

Begitu juga kebanyakan ulama lainnya dan dikuatkan oleh Al-Imaam An-Nawawiyy. Ada juga yang dimaksud ayat tsb ialah pria tua renta yang sudah tidak bersyahwat.

Jadi ayat tsb bukanlah untuk homoseksual/LGBT, tapi orang yang sakit akalnya. Wallaahu ta’aala a’lam. Semoga bisa terjawab.

Penjelasan lain

Dalam tafsir thobari Ayat itu membahas:

  1. وهو الأحمق الذي لا حاجة له في النساء
  2. وهو مغفل في عقله
  3. التابع يتبعك يصيب من طعامك
  4. الذين لا يهمهم إلا بطونهم ، ولا يخافون على النساء
  5. الذي لا يعرف شيئا من النساء
  6. الذي لا أرب له بالنساء
  7. هو الذي لا تستحيي منه النساء
  8. الذي لم يبلغ إربه أن يطلع على عورة النساء

Secara ringkas adalah:

1. Orang yang tidak punya syahwat kepada perempuan

2. Bisa karena sebab penyakit, seperti penyakit akal

3. Bisa karena memang belum masuk usia dewasa

4. Bisa karena memang dia masuk ke rumah untuk tujuan lain, selain syahwat sehingga tidak kepikiran syahwat.

Artinya, ayat ini sedang membahas keadaan yang kondisional, bukan keadaan normal. Normalnya orang itu punya syahwat, tapi di kondisi tertentu karena penyakit atau lain hal, syahwat tidak muncul. Ingat, tidak muncul bukan karena queer atau gay tapi karena sebab kondisional, bukan karena fitrah yang melenceng

Menurut "konsep batasan" penafsiran queer dengan landasan Annur itu melenceng, karena:

1. Menerobos ijma' tafsir ulama

2. Tidak memakai kaidah baku memahami teks Wahyu

3. Menorobos qothi dalalah wahyu

Rangkuman diskusi studi al-quran dan hadist Bersama Al-Ustadz Muhammad Setyo Nugroho PKU XVII dan grup BEDAH KITAB Dzammul Liwath Bersama ustadz permana putra

Dalam tafsir Ustadzah Dr. Kamilah Kawari halaman 179 bahwa

Dijelaskan bahwa laki laki disini adalah

  1. orang yang idiot tidak mengerti apapun.
  2. Orang yang sibuk yang tidak ada keinginan untuk syahwat di kemaluannya atau di hatinya dan ini tidak mendatangkan gangguan dan bahaya akannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *