Al-Quds Dalam Al-Qur’an
Home » al-quds  »  Al-Quds Dalam Al-Qur’an
Al-Quds Dalam Al-Qur’an

            1.1 Qiblat Pertama

            Dalam tafsir ibnu katsir disebutkan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah sholat menghadap ke baitul maqdis 16 bulan atau 17 bulan, dan kemudian berpaling qiblat ke Ka’bah[1] di Mekkah, sesuai dengan ayat

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُمَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

            Rasulullah dan para sahabatnya menunaikan shalat dengan menghadap ke Masjid Al-Aqsha di Makkah hingga hijrah ke Madinah, dalam kurun waktu sekitar 16 bulan, atau satu tahun lebih. Sekitar enam bulan di Makkah sebelum hijrah, dan sepuluh bulan setelah hijrah ke Madinah. Kemudian turun ayat 144 dari surah albaqarah untuk sholat menghadap Ka’bah.

            Dari sini kita bisa melihat betapa mulianya masjid al-aqsa  sehingga pernah menjadi awal mula qiblat umat islam, menghadap masjid al-aqsa ditujukan agar rasululllah  صلى الله عليه وسلم dan umat muslimin menghadap ke tempat suci, yang dimana pada masa itu banyak berhala dan sesembahan ketika di ka’bah, yang menjadikan belum memungkinkannya rasul  صلى الله عليه وسلم menghadap ka’bah sampai kurun waktu 16 bulan dan kemudian menghadap ka’bah.

(sumber foto: detikcom)

            1.2 Isra’ Mi’raj

            Baitul Maqdis tempat dimana di angkatnya Nabi Muhammad  صلى الله عليه وسلم dalam peristiwa isra’ mi’raj, yang mana ketika itu beliau pada malam hari atau جنح اليالي  dari masjidil-haram di mekkah ke masjidil-aqsha di baitul maqdis tepatnya di illiya.

Seperti yang disebutkan dalam al-quran surah al-isra, ayat 1

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Kenapa isra miraj tidak dingakat di tempat yang lain di mekah atau temapt lain?

Masjidil aqsa yg paling dimuliakan seperti mesjid haram, dan dia tempat yang paling dekat dengan langit sesuai dengan ayat Al-quran surah Qaaf ayat ke 41 وَاسْتَمِعْ يَوْمَ يُنَادِ الْمُنَادِ مِن مَّكَانٍ قَرِيبٍ

            1.3 Tempat para anbiya

            Baitul Maqdis tempat dimana para anbiya pernah hidup diwilayah ini dan juga tempat dimakamkan keluarga para anbiya, seperti makam nabi ibrahim  ishaq yaqub, yusuf, magarah = rumah nabi ibrahim dan merupakan Tempat barokah = para keluarga nabi di makamkan, serta tempat dimana turunnya nabi Isa عليه السلام dan disana tempat di taklukkannya dajjal dan juga merupakan temapt dimana selamatnya nabi Ibrahim dari panas api yang membara.

            Di dalam surah al-anbiya ayat 71 وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ telah menjelaskan bahwa yang dimaksud dari الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِين adalah Negeri syam yaitu palestina. [2]

            1.4 Tempat yang disucikan

            Wilayah Al-Aqsa merupakan, wilayah ini juga disebut “al-Ardh al-Muqaddasah” tempat yang disucikan dan dibersihkan dari kemusyrikan dan dosa, ini sesuai dengan ayat al-qur’an surah Al-Maidah ayat 21.

يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الأرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلا تَرْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ

Artinya: Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.

Ayat ini turun ketika Allah S.W.T memberitahukan ajakan Musa عليه السلام kepada kaumnya untuk berjihad dan memasuki baitul maqdis yang pada zaman nenek moyang mereka, yaitu Ya’qub, Baitul Maqdis itu berada di tangan mereka. Yang dimaksud dengn muqoddasah yaitu muthohharah ( yang suci ). [3]

            1.5 Wilayah dalam Kekuasaan Nabi Sulaiman

            Dalam al-quran surah al anbiya ayat 81

 وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِي بِأَمْرِهِ إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا ۚ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عَالِمِينَ

            Artinya: “Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.”

            Dalam tafsir Ibnu Katsir yang dimaksud dengan الرِّيحَ عَاصِفَةً yaitu angin yang berhembus dengan perintahnya yang telah kami berkahi yaitu adalah di bumi syam bumi palestina. Nabi Sulaiman mempunyai hamparan yang terbuat dari kayu. Di atas hamparan kayu itulah diletakkan semua yang diperlukan oleh Nabi Sulaiman dalam urusan kerajaannya, misalnya kuda-kuda dan unta-unta kendaraan serta kemah-kemah dan bala tentaranya.

            Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan kepada angin kencang untuk mengangkat hamparannya. Maka angin kencang memasuki bagian bawah hamparan itu dan mengangkatnya serta membawanya terbang ke arah yang dikehendaki oleh Nabi Sulaiman.[4]


[1]أبي الفداء إسماعيل بن عمر ابن كثير القرشي الدمشقي، تفسير القرآن العظيم (بيروت، دار ابن حزم ،1974) ص. 188.

[2]أبي الفداء إسماعيل بن عمر ابن كثير القرشي الدمشقي، تفسير القرآن العظيم (بيروت، دار ابن حزم ،1974) ص. 1242.

[3] Dr. Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq Al-Sheikh, diterjemahkan oleh M. Abdul Ghoffar E.M, Labaabut Tafsir Min Ibni Katsiir, ( Mu-assasah Daar al-Hilaal Kairo Cet1, Th. 1414 H – 1994 M )  Hal. 61-62

[4]أبي الفداء إسماعيل بن عمر ابن كثير القرشي الدمشقي، تفسير القرآن العظيم (بيروت، دار ابن حزم ،1974) ص. 1244.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *